Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Pesantren Lembaga pendidikan asli Nusantara, yang semakin hari semakin di minati

Gambar
 Oleh: Lukmanul Hakim Pesantren merupakan produk asli budaya nusantara, yang terus mengembangkan kenusantaraannya hingga hari ini, sekalipun banyak penyesuaian dalam rangka mengikuti perkembangan zaman, namun tidak luntur sedikitpun ruh pesantren dan kenusantaraannya. Ini disimbolkan antar sultan dan wali/ulama yang bersinergi menyatu dalam satu kesatuan, ini terjalin sejak lama, dimana sultan belajar dipesantren dan wali/ulama menjadi pembimbing dalam pesantren Namun secara berangsur angsur dengan masuknya kolonial hingga order baru, mulai renggang bahkan mulai terpisah, berdiri sendiri tanpa saling mnegisi padahal mulan ya mereka menyatu. Satu kesatuan, satu keluarga. Disinilah mulai terjadi kemerosotan. Tetapi pihak keratonlah yang sangat merasakan dampaknya, buktinya tinggal beberapa saja kesultanan yang masih hidup dan berkuasa yang laiana tinggal nama, dihidupkan kembali tapi tidak memiliki rakyat. Pesantren sekalipun ditindas kolonial masih tetap hidup, bahkan ada yang...

Pesantren, Benteng Aqidah, Sekaligus benteng peradaban.

Gambar
  Oleh: Lukmanul Hakim Tema ini mengingatkan kita kepada sebuah tulisan yang menjelaskan tentang kembalinya kita akan semangat nilai luhur, jati diri, pola pikir pesantren. Karena tidak dapat dipungkiri pesantren adalah lembaga pendidikan yang sudah sangat tua, bahkan pesantren sudah ada sebelum agama besar hadir di bumi nusantara. Karena pendidikan berbasisi pesantren sudah ada sejak zaman kapitayan. Setelah mengalami pertemuan dengan agama agama besar tersebut, pesantren mengalami perubahan, baik isi, bentuk disesuaikan dengan karakter agama masing masing. Namun tetap dalam misis risalahnya yaitu menjaga semangat dan moral serta menjungjung tinggi nilai nilai luhur pada setiap perilaku masyarakat, sosial, ekonomi pemerintahan dan kenegaraan. Pesantren betul betul menjadi pusat pendidikan masyarakat, dari mulai pendidikan agama, bela diri, perekonomian, kebudayaan, keseniaan dan pemerintahan, oleh karena itu para calon pemimpin agama, raja, pujangga, budayawan, sultan, semua...

Mensucikan diri, tempat dan pakaian dari Najis

Gambar
  Oleh: Lukmanul Hakim Dari bentuk bentuk najis yang ada (padat dan cair) cara membersihkan nya masing masing berbeda. Jika najis itu padat maka bisa beristinja (dengan batu) atau Dengan yang sejenisnya, dengan syarat yang di gunakan nya: Suci, keras, kesed, dan yang bukan di hormati (Seperti Tisu). Adapun Najis yang Cair tidak bisa di sucikan Kecuali hanya dengan Air. Sedang kan tidak semua air bisa mensucikan. Air yang bisa mensucikan harus Air Thohir Muthohir (Air Muthlaq). Air Muthlaq adalah air Murni yang tidak memiliki keterikatan dengan sesuatu apapun atau tidak bercampur dengan sesuatu. Dengan demikian Air yang sudah tercampur dengan sesuatu dan berubah namanya tidak bisa di pakai utk menghilangkan Najis, Seperti Air teh, air kopi, air susu, air gula, air sprit, dst. Termasuk juga air Yang sudah tercampur dengan ditergen tidak bisa mensucikan Najis. Namun apabila air itu air banyak (216 liter-500 liter) lalu terkena Najis, tapi tidak merubah kemurnian air tersebut, ba...

Memahami Makiyah dan Madaniyah secara Mudah

Gambar
Oleh: DR. Balqis A. Konsep Makiyyah dan Madaniyyah Al-Qur'an turun secara berangsur-angsur selama 23 tahun, surat yang turun saat Nabi masih berada di Mekah, Madinah atau diluar dua tempat tersebut. Surat-surat tersebut kita lebih mengenal dengan sebutan Makiyyah dan Madaniyyah. Pemaknaan pada Makiyyah dan Madaniyyah terbagi menjadi tiga kelompok, kelompok 1) menjelaskan bahwa Makiyyah dan madaniyyah dilihat dari waktu; setelah Rasulullah hijrah atau sebelum. 2) dilihat dari tempat, ayat-ayat yang turun semata-mata karna tempat diturunkannya ayat tersebut. 3) dilihat dari acuan kata tunjuk, misal ياايهالناس ayat ini identik dengan makiyah, sedangkan ياايها الذين امنوا pun teridentifikasi dengan surat madaniyah. Tapi realitanya kelompok 2 lemah,   disebabkan menurut Jumhur jika semua surat tidak turun di sekitaran Mekah maupun hanya Madinah, tetapi ada yg turun jauh dari dua tempat tadi, seperti Palestina (baitul maqdis) surat ke 17. Begitu pula dengan kelompok tiga yang lemah karen...

Pembelajaran Berbasis Tasawuf

Gambar
  Oleh : Dudung Solahudin (Guru MTs.Jonggol) PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses perubahan tingkah laku seseorang dari ketidaktahuan menjadi tahu. Selain menambah pengetahuan, pendidikan memberikan seseorang banyak pengalaman. Melalui ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh seseorang, maka akan merubah pola fikir dan cara pandang serta perilaku seseorang tersebut. Oleh karena itu Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan seseorang baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. Pendidikan adalah proses pengembangan potensi kemajuan berfikir secara ilmiah. Berfikir melalui tahapan-tahapan ilmiah dengan menggunakan akal sebagai perangkat untuk berfikir kritis dan mengeluarkan ide-ide yang mampu menjadikan individu lebih baik dan nantinya akan mampu mengubah dunia secara umum. Melalui Pendidikan seseorang dapat menentukan masa depan dan menuntun kehidupan menjadi lebih baik dalam bersikap dan berfikir serta mampu dalam pengambilan...

Islam itu Agama yang Mudah, Tidak Mempersulit

Gambar
Oleh : Lukmanul Hakim Ada Sebuah guyonan "ada yang mudah kenapa milih yang sulit, ada jalan mudah kenapa di persulit. Demikian lah guyonan yang makna nya betul sekali buat keumuman kita. Baik dalam segala bidang. kita ambil yang mudah, yang sulit buat sendiri saja, ada jalan mudah, kenapa mesti mempersulit diri sendiri. Dalam sebuah Riwayat “Addinuu Yusrun”, yang artinya Ajaran Agama itu mudah, dapat di tunaikan dan ada jalan keluar. Contoh Sholat 5 Waktu wajib di tunaikan, kuat berdiri laksanakan dengan berdiri. Tidak kuat berdiri bisa laksanakan dengan duduk. Tidak bisa sambil duduk, bisa dilaksanakan sambil berbaring dan sampai jika tidak mampu semua nya, laksanakan dengan Isyarat. Contoh lain Puasa Ramdhon Wajib, Karena kepayahan maka diperkenankan berbuka mengqodho di waktu lain. Tidak kuat melaksanakan puasa karena uzur Usia, sakit maka bisa mengganti dengan membayar Fidyah (1 hari memberi makan 1 org Faqih Miskin). Masih banyak lagi kaidah kaidah yang memberi pesan Agam...

TEPUK SAKINAH KACAMATA TIKTOK

Gambar
  Oleh: DR. Balqis Tren Tepuk sakinah di sosial media, tidak luput dari perhatian mulai dari Gen Z yang saat ini menjadi pelakon dalam fase baru kehidupannya. Tidak hanya gen Z, gen beby boomer atau milenial pun tidak luput untuk mengikuti trend ini, sekedar untuk memparodikannya. Menarik dan menggelitik dengan nada datar lagu ini, Kementrian Agama sebagai pencetus ini mencoba memudahkan memberi pemahaman tujuan pernikahan pada sebuah iyel2 pra/pasca nikah didendangkan bersama pengantin. Suatu ketika saya terpana dengan Warga Negara Cina yang ikut trend ini dan menghafalkannya. entah ia faham/atau hanya sekedar hafal.   Kita coba membuka makna satu persatu dari tepuk tangan dengan bahasa yang mungkin lebih sederhana untuk gen Z; 1. Berpasangan-berpasangan/jawaz (QS.ar-Rum/30:21), berpasangan berati kanan dan kiri, malam dan siang, bulan dan matahari, saat ini gen Z dinormalisasi dengan tontonan LGBT perempuan /lk2 memiliki orientasi seksual yang sama. Jelas lagu ini me...

LEBIH UTAMA MEMBACA MUSHAF ATAU HAFALAN

Gambar
  Oleh : Dida Nursida,M.Pd. (Pengurus PC. PERGUNU Kab. Bogor) Membaca Al-Qur’an   dituntut pembacanya memperhatikan tajwid dan   hukum bacaannya. Begitupun bagi pembacanya dianjurkan dalam keadaan suci sehingga tidak mengurangi pahala bagi pembacanya. Diriwayatkan dari Abu Umamah al-Bahili, Rasulullah SAW bersabda: اِقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِصَاحِبِهِ “Bacalah Alquran, maka sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya”. Masih ada   dari beberapa   pelantun Al-Qur’an yang melantunkan dengan hafalan tapi abai dengan tajwidnya, mereka lebih mengutamakan cepat selesai   dalam membacanya. Sehingga timbul pertanyaan apakah utama membaca dengan mushaf atau dengan hafalan ?. Dalam Kitab Al Adzkar karya Imam Muhyiddin Abi Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi, menuliskan bahwa menurut pendapat mashur ulama Salaf, yang paling utama adalah membaca dengan mushaf. Tapi Apabila penghafal...

Air Mineral (Aqua) dapatkah di gunakan untuk Bersuci dari hadats

Gambar
  Oleh: Lukmanul Hakim Manusia tidak bisa lepas dari yang namanya Air. Bahkan Kalau sudah masuk musim panas, karena kekeringan, manusia sibuk mencari air. Baik untuk keperluan memasak, mencuci, minum dan mandi. Intinya, air fungsinya sangat banyak (kebutuhan pokok sehari hari). Selain dari fungsi fungsi di atas, air juga sangat dibutuhkan untuk membersihkan atau bersuci. Baik bersuci dari Hadas maupun Najis. dikenallah air sebagai alat untuk bersuci dari hadas besar maupun hadas kecil, dan membersihkan kotoran (Najis Ringan, Sedang dan Berat). Sehingga Untuk kebutuhan thoharoh itu ulama membagi air dengan beberapa macam-karena tidak semua air dapat digunakan untuk bersuci. Bahkan memiliki babnya tersendiri Yaitu Babul Miyah ( macam-macam Air) Atau aqsamul miyah ( Pembagian macam-macam air). Babul Miyah/aqsamul miyah adalah bab yang menejelaskan tentang pembagian air dari sisi dapat di pakai bersuci atau tidak nya. 1. Air Suci Mensucikan 2. Air Suci tidak mensucikan 3. A...

Aqidah Aswaja

Gambar
  Oleh: Lukmanul Hakim, M.Ag Pandangan Aqidah Aswaja tentang Zat dan kemahasucian Allah berkeyakinan bahwa Allah itu tuhan yg Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Yang terdahulu tak berawal dan tak berakhir, yang tetap wujud-Nya, yang abadi, tidak sirna. Yang senantiasa di sifati dengan sifat keagungan, yang tidak putus dengan ketetapan, yang tidak sirna dengan habisnya masa. Allah yang awal dan yang akhir, Yang zahir dan yang batin, Dialah yang maha mengetahui akan segala sesuatu. Dialah Allah yang bukan berupa Jisim yang dapat di gambarkan, tidak menyerupai yang ada, yang ada tidak serupa dengan-Nya. Yang tidak dibatasi oleh arah dan tidak terbatas meliputi bumi, langit, akan tetapi menguasai atas 'Arsy. Menguasai atas segala sesuatu. Dialah Allah yang maha Tinggi kedudukan-Nya. Zat- Nya bisa di ketahui nanti di negeri akhirat Sebagai kesempurnaan nikmat dengan memandang Wajah-Nya yang mulia. Allah SWT tuhan yang maha hidup dan kuasa, yang mana kuasa dan hidup-Nya Maha sempurna. T...

Pesantren, Moderasi Islam, dan Isu Radikalisme

Gambar
  Oleh: Muhammad Rendi Ramdhani, S.Pd.I.,M.Pd (Koordintaor Dep. Litpub PERGUNU Kab. Bogor) Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang telah berabad-abad berperan dalam pembentukan peradaban bangsa. Unsur utama pesantren adalah santri, kyai, dan asrama , yang bukan hanya melahirkan tradisi keilmuan, tetapi juga berkontribusi pada penyebaran Islam, sosial, budaya, hingga politik nasional. Dari Pesantren Giri, Ampel, Tebu Ireng, hingga Gontor, pesantren telah melahirkan tokoh-tokoh besar, termasuk pendiri NU, Muhammadiyah, hingga Presiden Abdurrahman Wahid. Seiring waktu, pesantren mampu beradaptasi dengan modernitas tanpa kehilangan jati diri. Pembaharuan kurikulum, integrasi ilmu umum dan agama, serta lahirnya urban boarding school menjadi bukti ketahanannya. Pesantren juga terbukti sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi, teknologi, hingga lingkungan. Meski demikian, muncul tuduhan bahwa pesantren menjadi tempat lahirnya radikal...