TEPUK SAKINAH KACAMATA TIKTOK

 


Oleh: DR. Balqis

Tren Tepuk sakinah di sosial media, tidak luput dari perhatian mulai dari Gen Z yang saat ini menjadi pelakon dalam fase baru kehidupannya.

Tidak hanya gen Z, gen beby boomer atau milenial pun tidak luput untuk mengikuti trend ini, sekedar untuk memparodikannya. Menarik dan menggelitik dengan nada datar lagu ini, Kementrian Agama sebagai pencetus ini mencoba memudahkan memberi pemahaman tujuan pernikahan pada sebuah iyel2 pra/pasca nikah didendangkan bersama pengantin.

Suatu ketika saya terpana dengan Warga Negara Cina yang ikut trend ini dan menghafalkannya. entah ia faham/atau hanya sekedar hafal. 

Kita coba membuka makna satu persatu dari tepuk tangan dengan bahasa yang mungkin lebih sederhana untuk gen Z;

1. Berpasangan-berpasangan/jawaz (QS.ar-Rum/30:21), berpasangan berati kanan dan kiri, malam dan siang, bulan dan matahari, saat ini gen Z dinormalisasi dengan tontonan LGBT perempuan /lk2 memiliki orientasi seksual yang sama. Jelas lagu ini menekankan untuk yang menikah pastikan / tidak melegalkan pasangan yang sejenis.

2. Janji kokoh (QS.An-Nisa'/4:21); janji yang tidak hanya di mulut tapi menjadi sebuah komitmen antara pasangan. Maraknya perselingkuhan baik di tempat kerja, di sekolah anak, di lembaga pendidikan agama / non agama dan ruang2 lainnya yang awalnya perselingkuhan dianggap tabu, kini menjadi kewajaran.

Komitmen bukan hanya utama tugas laki2 dan perempuan melaksanakan kewajiban tapi melalaikan hak, hak janji menjaga pernikahan dari hal yang tidak dihalalkan. Meninggalkan janji menikah dalam al-Qur'an untuk menjaga pandangan dan kelaminnya [furujahum].

3. Saling Cinta, kalo kata gen z ga cinta ya ga nikah, tapi kalo cinta meski berkenalan lewat medsos pun akan dikejar. akhirnya punya dampak banyak sekali seperti kekerasan seksual, kemudian berujung pada maut. Salah pemaknaan pada arti saling Cinta, padahal Cinta yang indah adalah cinta setelah pernikahan, dan cinta yang seimbang, bukan hanya salah satu saja yang terasa ugal-ugalan.

4. Saling Hormat /mu'asyaroh bil makruf (QS.an-Nisa'/4:19) Konon istri adalah konco wingking, nyatanya laki2 / perempuan hebat karna ada keterlibatan di antara kedua nya dalam berpasangan. Dalam ketersalingan antara laki2 dan perempuan kyai Faqih membahasakan dengan kata mubadalah. Ketersalingan dalam berbagi peran, menghormati sebagai sesama hamba Allah. Tidak ada superior atau siapa yang menjadi inferior, belakangan sering menyaksikan kekerasan fisik yang dilakukan oleh suami kepada pasangannya dengan membenturkan kepala atau bagian tubuh lainnya, mengeluarkan kata2 yang tidak layak diucapkan pada sesama yang saling mencintai. Kata2 muasyaroh bil makruf, saling menghormati antar pasangan maka hal2 yang tidak diinginkan akan tercapai dan Sakinah terwujud.

5. Saling Jaga (QS.al-Baqarah/2:187), ada ketersalingan di antara keduanya untuk saling menjaga marwah, bukan menjadikan pasangan sebagai objek untuk menarik simpati follower. Membongkar aib pasangan hanya untuk mendapatkan paus, mawar atau tambah follower.

6. Saling ridho (QS.ar-Rum/30:21), Live yang berlebihan membuat lupa diri, alibinya mencari nafkah, hal ini bisa terjadi pada lak2 atau perempuan. Karna dianggap Live ini menjanjikan rupiah tanpa lelah, yang perlu dihindari adalah jika salah satu dari pasangan tidak meridhoinya bisa timbul karena tidak nyaman atau alasan lainnya yang membuat salah satu pihak keberatan.

Sakinah, ketenangan yang didapat adalah makna sesungguhnya rumah. Rumah membuat nyaman pada pasangan karna terciptanya relasi suami istri yang melaksanakan point2 di atas. Ketersalingan menjaga janji kokoh pada sebuah komitmen, saling hormat satu sama lain tanpa ada subordinasi, saling jaga demi keutuhan dan marwah masing-masing pasangan. Saling cinta yang harus tetap dipupuk seumur hidup, maka sakinah mawaddah dan warrahmah pun akan terwujud.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tamyiz dalam Perspektif Nahwu: Kaidah, Contoh, dan Aplikasinya

SILATURAHMI KUNCI MENDAPAT RIDHA ALLAH

Pendidikan Agama Islam mampu Menjawab Tantangan Zaman dan Persoalan Umat

PERAN ORANG TUA TERHADAP KEGIATAN ANAK DI RUMAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA Oleh : Dida Nursida, M.Pd. Pengurus PC Pergunu Kabupaten Bogor

Masa Suram Kaum Perempuan

Pesantren, Moderasi Islam, dan Isu Radikalisme

BERFILANTROPI DENGAN RUANG AMAN

LEBIH UTAMA MEMBACA MUSHAF ATAU HAFALAN