BERFILANTROPI DENGAN RUANG AMAN
Ketua Pergunu Kabupaten Bogor
Ruang aman masing-masing individu berbeda-beda, ada yang menjadikan keluarga sebagai #ruangAman, karna pengalaman memberi pemahaman bahwa setiap orang memiliki kepentingan yang berbeda dan berubah-ubah, kadang ia ada dipihakmu kemudian mendukung dan menjaga rahasiamu, terkadang ia akan melakukan hal sebaliknya ketika berubah kepentingannya
Keluarga akan tetap menjadi payung dan tempat ternyaman, pentingnya memilih relasi yang setara dalam pemikiran atau keterbukaan untuk selalu bermusyawarah.
'Ibroh dari film "perempuan berkalung sorban" seolah memberi gambaran, pasangan bisa menjadi charger untuk memberi power dalam ide2 kreatif kita atau bisa juga sebaliknya akan melumpuhkan segala energi dan potensi yang kita miliki..
Sayangnya, keluarga tidak semuanya siap menjadi #ruangaman krn bagi sebagian lagi keluarga menjadi sumber ketidaknyamanan. Sering mendengar kekerasan dan ketidak adilan yang didapat dikeluarga sendiri. Belakangan berita atau sosmed sering menyuguhkan kejadian yang menyayat hati, Ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pasangan, anak, orang tua, teman dekat, atau pengajar dll.
Hilangnya kenyamanan ini bisa timbul karna relasi kuasa yg disalah tafsirkan, kemudian menjadi budaya salah dan merugikan bagi penerima stigma.
Tugas kita saat ini adl berfilantropi dengan #ruangaman untuk kaum yg dilemahkan. Ketika dipercaya menjadi ruang aman maka "STOP" melanjutkannya dengan orang sekitar, meskipun perempuan mendapat stigma "ahlu ghibah"

Komentar