LEBIH UTAMA MEMBACA MUSHAF ATAU HAFALAN

 


Oleh : Dida Nursida,M.Pd.

(Pengurus PC. PERGUNU Kab. Bogor)

Membaca Al-Qur’an  dituntut pembacanya memperhatikan tajwid dan  hukum bacaannya. Begitupun bagi pembacanya dianjurkan dalam keadaan suci sehingga tidak mengurangi pahala bagi pembacanya.

Diriwayatkan dari Abu Umamah al-Bahili, Rasulullah SAW bersabda:

اِقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِصَاحِبِهِ

“Bacalah Alquran, maka sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya”.

Masih ada  dari beberapa  pelantun Al-Qur’an yang melantunkan dengan hafalan tapi abai dengan tajwidnya, mereka lebih mengutamakan cepat selesai  dalam membacanya. Sehingga timbul pertanyaan apakah utama membaca dengan mushaf atau dengan hafalan ?.

Dalam Kitab Al Adzkar karya Imam Muhyiddin Abi Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi, menuliskan bahwa menurut pendapat mashur ulama Salaf, yang paling utama adalah membaca dengan mushaf. Tapi Apabila penghafal Qur’an  lebih khusyuk dengan  hafalan daripada membaca dengan mushaf maka dengan hafalan lebih utama tapi Apabila kadarnya  sama maka lebih utama membaca dengan mushaf.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُحِبَّ اللهُ وَ رَسُولُهُ فلْيَقْرَأ فِي المُصْحَفِ

“ Barang siapa yang ingin dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka bacalah mushaf .” ( Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah , no. 2342)

Maka dari hadits inilah sebagian para ulama mengatakan bahwa membaca al-Qur’an langsung dari mushaf lebih afdhal (utama) daripada dengan hafalan Karena disana disebutkan mushaf.

Oleh karena itu, selama ini masih memungkinkan untuk membaca al-Qur’an dari mushaf maka hendaknya itulah yang kita lakukan. Kecuali apabila kita berada pada kondisi atau tempat yang disitu tidak ada mushafnya, maka dengan media lain seperti dari aplikasi handphone dibolehkan karena doruroh, sesuai dengan kaidah ushul fiqih “ addorurotu tubihul mahdzuroh”. Wallahu  a’lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tamyiz dalam Perspektif Nahwu: Kaidah, Contoh, dan Aplikasinya

SILATURAHMI KUNCI MENDAPAT RIDHA ALLAH

Pendidikan Agama Islam mampu Menjawab Tantangan Zaman dan Persoalan Umat

PERAN ORANG TUA TERHADAP KEGIATAN ANAK DI RUMAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA Oleh : Dida Nursida, M.Pd. Pengurus PC Pergunu Kabupaten Bogor

Masa Suram Kaum Perempuan

Pesantren, Moderasi Islam, dan Isu Radikalisme

BERFILANTROPI DENGAN RUANG AMAN