Islam itu Agama yang Mudah, Tidak Mempersulit
Oleh : Lukmanul Hakim
Ada
Sebuah guyonan "ada yang mudah kenapa milih yang sulit, ada jalan mudah
kenapa di persulit. Demikian lah guyonan yang makna nya betul sekali buat
keumuman kita. Baik dalam segala bidang. kita ambil yang mudah, yang sulit buat
sendiri saja, ada jalan mudah, kenapa mesti mempersulit diri sendiri.
Dalam
sebuah Riwayat “Addinuu Yusrun”, yang artinya Ajaran Agama itu mudah, dapat di
tunaikan dan ada jalan keluar. Contoh Sholat 5 Waktu wajib di tunaikan, kuat
berdiri laksanakan dengan berdiri. Tidak kuat berdiri bisa laksanakan dengan
duduk. Tidak bisa sambil duduk, bisa dilaksanakan sambil berbaring dan sampai
jika tidak mampu semua nya, laksanakan dengan Isyarat.
Contoh
lain Puasa Ramdhon Wajib, Karena kepayahan maka diperkenankan berbuka mengqodho
di waktu lain. Tidak kuat melaksanakan puasa karena uzur Usia, sakit maka bisa
mengganti dengan membayar Fidyah (1 hari memberi makan 1 org Faqih Miskin).
Masih banyak lagi kaidah kaidah yang memberi pesan Agama itu mudah, kenapa
pilih yang sulit.
Ada
Rukhsoh (keringanan) karena ada Uzur yang dibenarkan dalam syariat, bukan
berarti mengambil yang mudah mudah, tapi disediakan yang mudah agar orang tidak
merasa Sulit. Karena agama itu mudah (tidak menyulitkan). Islam menyediakan yang
mudah, maka boleh kita menikmati kemudahan yang di beri Islam.
Dalam
Bukunya Gus Nadir "Ngaji Fiqih", Bahwa agama itu tidak
menyulitkan Hadits Shahih “Innaddiina
Yussrun”, menjelaskan beberapa poin penting: 1). Sesungguhnya Agama itu mudah,
2). Tidaklah seseorang mempersulit dalam agama melainkan ia akan dikalahkan,3).
Oleh karena itu kerjakanlah semestinya, atau paling tidak mendekati semestinya,
4). Bergembiralah dan mohonlah ampunan pada waktu pagi, petang dan sebagian
malam.
Di
tangan orang alim, Islam Menjadi Mudah, Di tangan orang jahil, Islam menjadi
Sulit. Islam membuat hidup kita menjadi mudah, kenapa kita membuat hidup orang
menjadi Sulit. Sering kali dalam hubungan sosial kita menghakimi kepada orang yang
berbeda amalan, madzhab, pandangan atau Fadhoilul Amal.
Tidak
sesuai Sunnah, jarang berjama'ah, hendak memaksakan yang mubah menjadi perintah
(Wajib), yang Sunah hendak di wajibkan, yang wajib Kifayah hendak di wajib
'Ainkan. Kerjakan ajaran agama sesuai tuntunan nya, kalau tidak bisa, paling
tidak berusaha mendekati. Allah tidak memberi beban kita diluar kemampuan kita.
Sehingga bagi orang awam tinggal pilih saja pendapat fiqih yang ia mau.
Kalau
demikian berarti "comot sana sini sesuai selera" itu bukan nya talfiq
yang dilarang agama?, Kata Gus Nadir masih dalam bukunya "Ngaji
Fiqih", orang awam tidak harus bermazhab, orang awam bebas memilih
pendapat mana saja yang ia suka-menurut penulis selama masih dalam bingkai
mengikuti imam imam Madzhab yang ada (ada pendapat nya para imam madzhab).
Para
Ulama berbeda pendapat masalah talfiq; 1). Sejumlah Ulama membolehkan meskipun
berdasarkan niat mencari yang gampang gampang saja, 2). Ulama yang tengah
tengah bersikap; harus dilihat dulu dalam kasus apa dan apakah para imam yang
di comot itu tidak saling membatalkan, 3). Sejumlah Ulama tidak membolehkan.
Menurut
Ulama yang tengah tengah adalah kalau perbuatan yang satu dengan yang lain
tidak ada hubungan nya, Misalnya, Wudhu dengan cara madzhab Syafi'i, sementara
ketika niat puasa dengan madzhab Hanafi. Antara Wudhu dan puasa tidak ada
hubungan nya, boleh boleh saja. Islam agama yang mudah.
Gusmus
dalam bukunya “Agama Anugerah Agama Manusia”, bahwa agama hadir agar manusia tidak mempersulit dirinya dan
orang lain, contohnya anjuran segera berbuka dan mengakhirkan sahur itu contoh
kecil bahwa agama mempermudah manusia bukan mempersulit. Namun ada sebagian
orang yang tidak segera berbuka atau makan sahur.
Contoh
lain, nabi mengajarkan khutbah yang singkat dan tidak bertele tele, namun masih
banyak kita saksikan yang khutbah panjang panjang hingga membuta jamaah
tertidur. Mati matian
berusaha agar menyium hajar aswad sampai menyodok kiri kanan, bahkan sampai
sikut sikutan. Padahal mencium hajar aswad paling tinggi hukumnya sunnah,
sementara menyodok, menyikut saudara sesama hamba Allah hukumnya haram.
Tidak sampai disitu, ada orang yang juga mempersulit orang
lain selain sudah mempersulit dirinya sendiri, ketika ramadhan tiba tidak cukup hanya melaksanakan puasa ramadhan, tapi juga mendorong orang lain untuk menghormati bulan
ramadhan, menutup warung warung. Padahal tidak semuah orang Islam berpuasa di bulan suci. Nampak sekali bahwa semangat
agama ditangan orang demikian menjadi
semangat nafsu.

Komentar