Pesantren Lembaga pendidikan asli Nusantara, yang semakin hari semakin di minati


 Oleh: Lukmanul Hakim

Pesantren merupakan produk asli budaya nusantara, yang terus mengembangkan kenusantaraannya hingga hari ini, sekalipun banyak penyesuaian dalam rangka mengikuti perkembangan zaman, namun tidak luntur sedikitpun ruh pesantren dan kenusantaraannya.

Ini disimbolkan antar sultan dan wali/ulama yang bersinergi menyatu dalam satu kesatuan, ini terjalin sejak lama, dimana sultan belajar dipesantren dan wali/ulama menjadi pembimbing dalam pesantren

Namun secara berangsur angsur dengan masuknya kolonial hingga order baru, mulai renggang bahkan mulai terpisah, berdiri sendiri tanpa saling mnegisi padahal mulan ya mereka menyatu. Satu kesatuan, satu keluarga. Disinilah mulai terjadi kemerosotan. Tetapi pihak keratonlah yang sangat merasakan dampaknya, buktinya tinggal beberapa saja kesultanan yang masih hidup dan berkuasa yang laiana tinggal nama, dihidupkan kembali tapi tidak memiliki rakyat.

Pesantren sekalipun ditindas kolonial masih tetap hidup, bahkan ada yang memiliki ribuan santri, memiliki kekuatan militer yang terlatih.

Sehingga pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tetap survive hingga hari ini, bahkan pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua ini mampu hidup dan menghidupkan walau tanpa perhatian negara, bahkan semakin hari semakin di gandrungi para orang tua dan masyarakat, dengan satu alasan karena pesantren lembaga pendidikan yang paling ketat dalam membentengi arus modernisasi dan ketat dalam penggemblengan nilai ritual keagamaan.

Pesantren menjadi pilihan aman dan nyaman bagi orang tua hari ini, disaat modernisme menjangkit khlayak ; narkoba, free seks, a moral dll.

Semakin hari lembaga pendidikan ini semakin menyembar ke pelosok desa dan kota dengan sedikit penyesuaian zamannya, sehingga pesantren tidak lagi dipandang sebelah mata, kumuh, ortodoks, namun memiliki nilai jual.

Dengan kemandiriannya pesantren yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalau menjadi satu satunya lembaga pendidikan tertua di nusantara yang hingga kini tetap kokoh bertahan dalam membangun bangsa, moral, budaya, tafaqquh fiddin dan liyuunziro kaumahum.

Dengan kurikulumnya seorang kiayi, santri dan kitab klasiknya, pendidikan pesntren memiliki ciri yang khas. Seorang kiayi adalah seorang guru yang betul betul menguasai keilmuan keagamaan, ketauladannan, seorang ayah sekaligus sahabat curhat bagi para santri dan masyarakatnya. Hingga kelak santri kembali kekampung halaman.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tamyiz dalam Perspektif Nahwu: Kaidah, Contoh, dan Aplikasinya

SILATURAHMI KUNCI MENDAPAT RIDHA ALLAH

Pendidikan Agama Islam mampu Menjawab Tantangan Zaman dan Persoalan Umat

PERAN ORANG TUA TERHADAP KEGIATAN ANAK DI RUMAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA Oleh : Dida Nursida, M.Pd. Pengurus PC Pergunu Kabupaten Bogor

Masa Suram Kaum Perempuan

Pesantren, Moderasi Islam, dan Isu Radikalisme

BERFILANTROPI DENGAN RUANG AMAN

LEBIH UTAMA MEMBACA MUSHAF ATAU HAFALAN