Pesantren Lembaga pendidikan asli Nusantara, yang semakin hari semakin di minati
Pesantren
merupakan produk asli budaya nusantara, yang terus mengembangkan
kenusantaraannya hingga hari ini, sekalipun banyak penyesuaian dalam rangka
mengikuti perkembangan zaman, namun tidak luntur sedikitpun ruh pesantren dan
kenusantaraannya.
Ini
disimbolkan antar sultan dan wali/ulama yang bersinergi menyatu dalam satu
kesatuan, ini terjalin sejak lama, dimana sultan belajar dipesantren dan
wali/ulama menjadi pembimbing dalam pesantren
Namun
secara berangsur angsur dengan masuknya kolonial hingga order baru, mulai
renggang bahkan mulai terpisah, berdiri sendiri tanpa saling mnegisi padahal
mulan ya mereka menyatu. Satu kesatuan, satu keluarga. Disinilah mulai terjadi
kemerosotan. Tetapi pihak keratonlah yang sangat merasakan dampaknya, buktinya
tinggal beberapa saja kesultanan yang masih hidup dan berkuasa yang laiana
tinggal nama, dihidupkan kembali tapi tidak memiliki rakyat.
Pesantren
sekalipun ditindas kolonial masih tetap hidup, bahkan ada yang memiliki ribuan
santri, memiliki kekuatan militer yang terlatih.
Sehingga
pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tetap survive hingga hari ini,
bahkan pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua ini mampu hidup dan
menghidupkan walau tanpa perhatian negara, bahkan semakin hari semakin di
gandrungi para orang tua dan masyarakat, dengan satu alasan karena pesantren
lembaga pendidikan yang paling ketat dalam membentengi arus modernisasi dan
ketat dalam penggemblengan nilai ritual keagamaan.
Pesantren
menjadi pilihan aman dan nyaman bagi orang tua hari ini, disaat modernisme
menjangkit khlayak ; narkoba, free seks, a moral dll.
Semakin
hari lembaga pendidikan ini semakin menyembar ke pelosok desa dan kota dengan
sedikit penyesuaian zamannya, sehingga pesantren tidak lagi dipandang sebelah
mata, kumuh, ortodoks, namun memiliki nilai jual.
Dengan
kemandiriannya pesantren yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalau menjadi
satu satunya lembaga pendidikan tertua di nusantara yang hingga kini tetap
kokoh bertahan dalam membangun bangsa, moral, budaya, tafaqquh fiddin dan
liyuunziro kaumahum.
Dengan
kurikulumnya seorang kiayi, santri dan kitab klasiknya, pendidikan pesntren
memiliki ciri yang khas. Seorang kiayi adalah seorang guru yang betul betul
menguasai keilmuan keagamaan, ketauladannan, seorang ayah sekaligus sahabat
curhat bagi para santri dan masyarakatnya. Hingga kelak santri kembali
kekampung halaman.

Komentar