Memahami Makiyah dan Madaniyah secara Mudah



Oleh: DR. Balqis

A. Konsep Makiyyah dan Madaniyyah
Al-Qur'an turun secara berangsur-angsur selama 23 tahun, surat yang turun saat Nabi masih berada di Mekah, Madinah atau diluar dua tempat tersebut. Surat-surat tersebut kita lebih mengenal dengan sebutan Makiyyah dan Madaniyyah.
Pemaknaan pada Makiyyah dan Madaniyyah terbagi menjadi tiga kelompok, kelompok 1) menjelaskan bahwa Makiyyah dan madaniyyah dilihat dari waktu; setelah Rasulullah hijrah atau sebelum. 2) dilihat dari tempat, ayat-ayat yang turun semata-mata karna tempat diturunkannya ayat tersebut. 3) dilihat dari acuan kata tunjuk, misal ياايهالناس ayat ini identik dengan makiyah, sedangkan ياايها الذين امنوا pun teridentifikasi dengan surat madaniyah.
Tapi realitanya kelompok 2 lemah,
 
disebabkan menurut Jumhur jika semua surat tidak turun di sekitaran Mekah maupun hanya Madinah, tetapi ada yg turun jauh dari dua tempat tadi, seperti Palestina (baitul maqdis) surat ke 17. Begitu pula dengan kelompok tiga yang lemah karena, tidak semua ayat menggukan kata petunjuk di awalnya surat.
 
Dengan mengetahui Makiyyah atau Madaniyyah, kita akan lebih mudah untuk memberi pemahaman konteks dalam menafsirkan al-Qur'an, mengidentifikasi mana ayat yang Mansukh atau Nasikh, faham bahwa al-Qur'an penyempurna dalam bersyariat, dan mengetahui keindahan gaya bahasa al-Qur'an.
 
B. Konteks Makiyyah dan Madaniyyah dalam al-Qur'an
 
Surat Makiyyah berjumlah 20 surat, yang turun pada saat kondisi psikologi umat Islam lemah, sehingga yang dibutuhkan adalah surat-surat yang menjelaskan;
1. Akidah, ketauhidan, untuk menambah keimanan pada Allah, Rasul dan hari kiamat.
2. Panggilan pada alam semesta dan ayat ayat kauniyah, disebutkan pula ciri-ciri dan perbuatan orang orang musyrik
3. Penerapan hukum dengan dasar keutamaan ahlak
4. Menjelaskan kisah kisah para nabi dan umat terdahulu sebagai teladan untuk umat Rasul
 
Sedangkan Madaniyyah memiliki 82 surat; dengan ciri-ciri bahwa surat tersebut memiliki makna;
1. Rincian hukum-hukum ibadah, mu'amalah, hudud, munakahat, mawarist,
 
hubungan internasional, kaidah syariah lainya
2. Perdebatan ahli kitab [Yahudi dan Nasrani]
3. Mengungkap orang-orang Munagik, rahasia dan aib mereka, serta sikap mereka terhadap kaum muslimin.
 
Dari pembagian surat makiyyah dan madaniyyah, masih tersisa beberapa surat yang disebut dengan al-Mukhtalaf fihi (terdapat menjadi perdebatan para ulama dalam penempatan apakah makiyah atau madaniyah) di antaranya adalah ; Surat Al-A'raf, Surat Ar-Ra'd, Surat Maryam, Surat Al-Hajj, Surat Al-Anfal, Surat At-Taubah, Surat Al-Hadid, Surat Al-Jumu'ah, Surat Al-Munaafiqun, Surat At-Taghabun, Surat Ath-Thalaq, Surat At-Tahrim, Surat Al-Mulk, Surat Al-Qalam, Surat As-Sajdah, Surat Al-Dukhan, Surat Az-Zukhruf, Surat Al-Ahqaf, Surat Al-Jatsiyah, Surat Al-Ghasyiyah, surat Al-Ghasyiyah, Surat Al-Insyirah.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tamyiz dalam Perspektif Nahwu: Kaidah, Contoh, dan Aplikasinya

SILATURAHMI KUNCI MENDAPAT RIDHA ALLAH

Pendidikan Agama Islam mampu Menjawab Tantangan Zaman dan Persoalan Umat

PERAN ORANG TUA TERHADAP KEGIATAN ANAK DI RUMAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA Oleh : Dida Nursida, M.Pd. Pengurus PC Pergunu Kabupaten Bogor

Masa Suram Kaum Perempuan

Pesantren, Moderasi Islam, dan Isu Radikalisme

BERFILANTROPI DENGAN RUANG AMAN

LEBIH UTAMA MEMBACA MUSHAF ATAU HAFALAN