Perempuan Hebat di Nusantara
Di saat dunia memperbincangkan
kesetaraan gender, feminisme, hingga perbincangan yang menarik tentang bagaimana
posisi perempuan, baik dalam kacamata Agama, sosial dan budaya. Serentak semuah mencibir
"Seakan-akan menggugat posisi perempuan sebagai kelas kedua di dunia,
setelah kaum pria." Yang termaginalkan.
Dituduhkan
bagaimana peran perempuan hanya berperan di wilayah domestik; ngurus anak, di
dapur, dirumah. peran sosial, aktifitas diruang publik tertutup, hingga hanya
pemuas kebutuhan seks kaum laki laki menjadi pembahasan penting dalam konsep
an-Nahdlah-Kebangkitan perempuan.
Bagaimana
peran perempuan diruang ruang publik sesuatu yang tabu bagi sebuah tradisi yang
patriarki, padahal dalam sejarah nya di Nusantara lahir banyak perempuan
perempuan tangguh yang diberikan kelebihan dalam Mengisi ruang publik dan
membangun peradaban dan kebudayaan.
Bangsa bangsa
Eropa mengeneralisir perempuan di Eropa dengan perempuan di Nusantara, padahal
perempuan perempuan Nusantara punya historis nya sendiri tanpa harus
digeneralisasi kemudian di tekuk lutut kan dengan ala Eropa atau puritinisasi
kebudayaan.
Pasukan Estri
dimasa Mangkunegara I , adalah fakta sejarah bahwa perempuan di nusantara
Menjadi arus peradaban. pasukan yang terdiri dari perempuan perempuan sebagai
pengawal khusus sultan, kalau sekarang layaknya Paspampres. Dapat kita
bayangkan bagaimana perempuan disaat itu pasti lihai bertarung dll. So sebagai
pengawal Sultan. Itu perempuan Nusantara bagaimana dengan para lelaki nya.
Demikian beberapa tamu undangan kesultanan selalu disertakan dipertunjukkan
keahlian pasukan Estri, sebagai pemukul mental penjajah disaat itu.
Dimasa
Hamengkubuwono 1 pun memiliki pasukan Estri sebanyak 114 orang. Yang menjadi
komandan adalah istri sultan langsung, Raden Ageng. istri Sultan, komandan
pasukan elit, tentunya ini wanita luar biasa. bahkan dalam kisah nya selalu
mendampingi sang sultan dalam peperangan walaupun dalam keadaan mengandung,
dalam kisahnya hingga melahirkan putera yang kelak menggantikan Ayahnya.
Hingga membangun desa yang Agamis; mendirikan pesantren, membuka pengajian pengajian. mandiri; memaksimalkan lahan pertanian, dengan memberi para petani lahan dan mengelola tanah. produktif; membangun jalur perdagangan.
Keumalahayati,
bersama pasukannya sekitar 2000 janda, Malahayati membuat Armada Inong balee
terkenal sebagai Armada yang layak disegani sekaligus ditakuti. Tidak hanya
mengamankan laut kesultanan Aceh-Darussalam, namun juga sebagai penjaga pintu
masuk kerajaan Nusantara yang di incar banyak negara.
Nyai gede
Pinatih, Seorang perempuan mandiri yang membangun usaha perniagaan nya dari nol
hingga diangkat menjadi Syahbandar. dan ia juga dikenal sebagai pengawas
dermaga yang pertama kali memberlakukan bea cukai dan mengawasi dengan ketat
pedagang pedagang asing yang masuk.
Itu baru
beberapa perempuan tangguh, masih banyak lagi. Ini menyatakan bahwa Nusantara
tidak lagi berbicara tapi sejak dahulu kala perempuan Nusantara mengambil peran
yang cukup besar dalam arus peradaban. Di beri kelebihan kemampuan mengisi
Ruang publik, mengambil peran terhadap arus perdagangan, perlayaran dan membuka
jalur jalur perdagangan, membuka desa desa menjadi mandiri ekonomi, religius,
dan produktif.

Komentar