Perempuan Hebat di Nusantara


 Oleh : Lukmanul Hakim

Di saat dunia memperbincangkan kesetaraan gender, feminisme, hingga perbincangan yang menarik tentang bagaimana posisi perempuan, baik dalam kacamata Agama, sosial dan budaya. Serentak semuah mencibir "Seakan-akan menggugat posisi perempuan sebagai kelas kedua di dunia, setelah kaum pria." Yang termaginalkan.

Dituduhkan bagaimana peran perempuan hanya berperan di wilayah domestik; ngurus anak, di dapur, dirumah. peran sosial, aktifitas diruang publik tertutup, hingga hanya pemuas kebutuhan seks kaum laki laki menjadi pembahasan penting dalam konsep an-Nahdlah-Kebangkitan perempuan.

Bagaimana peran perempuan diruang ruang publik sesuatu yang tabu bagi sebuah tradisi yang patriarki, padahal dalam sejarah nya di Nusantara lahir banyak perempuan perempuan tangguh yang diberikan kelebihan dalam Mengisi ruang publik dan membangun peradaban dan kebudayaan.

Bangsa bangsa Eropa mengeneralisir perempuan di Eropa dengan perempuan di Nusantara, padahal perempuan perempuan Nusantara punya historis nya sendiri tanpa harus digeneralisasi kemudian di tekuk lutut kan dengan ala Eropa atau puritinisasi kebudayaan.

Pasukan Estri dimasa Mangkunegara I , adalah fakta sejarah bahwa perempuan di nusantara Menjadi arus peradaban. pasukan yang terdiri dari perempuan perempuan sebagai pengawal khusus sultan, kalau sekarang layaknya Paspampres. Dapat kita bayangkan bagaimana perempuan disaat itu pasti lihai bertarung dll. So sebagai pengawal Sultan. Itu perempuan Nusantara bagaimana dengan para lelaki nya. Demikian beberapa tamu undangan kesultanan selalu disertakan dipertunjukkan keahlian pasukan Estri, sebagai pemukul mental penjajah disaat itu.

Dimasa Hamengkubuwono 1 pun memiliki pasukan Estri sebanyak 114 orang. Yang menjadi komandan adalah istri sultan langsung, Raden Ageng. istri Sultan, komandan pasukan elit, tentunya ini wanita luar biasa. bahkan dalam kisah nya selalu mendampingi sang sultan dalam peperangan walaupun dalam keadaan mengandung, dalam kisahnya hingga melahirkan putera yang kelak menggantikan Ayahnya.

Hingga membangun desa yang Agamis; mendirikan pesantren, membuka pengajian pengajian. mandiri; memaksimalkan lahan pertanian, dengan memberi para petani lahan dan mengelola tanah. produktif; membangun jalur perdagangan.

Keumalahayati, bersama pasukannya sekitar 2000 janda, Malahayati membuat Armada Inong balee terkenal sebagai Armada yang layak disegani sekaligus ditakuti. Tidak hanya mengamankan laut kesultanan Aceh-Darussalam, namun juga sebagai penjaga pintu masuk kerajaan Nusantara yang di incar banyak negara.

Nyai gede Pinatih, Seorang perempuan mandiri yang membangun usaha perniagaan nya dari nol hingga diangkat menjadi Syahbandar. dan ia juga dikenal sebagai pengawas dermaga yang pertama kali memberlakukan bea cukai dan mengawasi dengan ketat pedagang pedagang asing yang masuk.

Itu baru beberapa perempuan tangguh, masih banyak lagi. Ini menyatakan bahwa Nusantara tidak lagi berbicara tapi sejak dahulu kala perempuan Nusantara mengambil peran yang cukup besar dalam arus peradaban. Di beri kelebihan kemampuan mengisi Ruang publik, mengambil peran terhadap arus perdagangan, perlayaran dan membuka jalur jalur perdagangan, membuka desa desa menjadi mandiri ekonomi, religius, dan produktif.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tamyiz dalam Perspektif Nahwu: Kaidah, Contoh, dan Aplikasinya

SILATURAHMI KUNCI MENDAPAT RIDHA ALLAH

Pendidikan Agama Islam mampu Menjawab Tantangan Zaman dan Persoalan Umat

PERAN ORANG TUA TERHADAP KEGIATAN ANAK DI RUMAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA Oleh : Dida Nursida, M.Pd. Pengurus PC Pergunu Kabupaten Bogor

Masa Suram Kaum Perempuan

Pesantren, Moderasi Islam, dan Isu Radikalisme

BERFILANTROPI DENGAN RUANG AMAN

LEBIH UTAMA MEMBACA MUSHAF ATAU HAFALAN