MENDIDIK ANAK MENJADI INSAN MULIA

 


Oleh: Dudung Solahudin

Guru Madrasah Tsanawiyah Jonggol 

            Anak adalah titipan Allah Swt kepada pasangan suami isteri. Kehadiran seorang anak memberikan kebahagiaan terhadap kedua orangtuanya. Tidak sedikit para orangtua yang mengangkat anak karena belum mempunyai keturunan. Berbahagialah dan bersyukurlah bagi orangtua yang diberikan kepercayaan memiliki buah hati dari pernikahannya.

Orangtua akan sangat berbahagia jika memiliki anak yang saleh dan salehah. Memiliki anak yang soleh dan solehah Adalah harapan semua orangtua yang suatu saat nanti menjadi ladang amal saleh yang mampu mengangkat derajat dan menyelamatkan orangtua di akherat nanti.

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ اَبي هُـرَيْـرَةَ رَضِـَي اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذاَ ماَتَ ابْنُ اٰدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّمِنْ ثَلاَثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْوَلَدٍصَا لِحٍ يَدْعُوْلَه. رَوَهُ مُسْلِمْ

“Dari Abi Hurairah radiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah SAW. bersabda’apabila anak Adam (manusia) telah meningal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah ilmu yang bermanfa’at, dan anak saleh yang mendo’akan kedua orang tuanya,”( HR.Muslim ).


Hadits di atas adalah menerangkan tentang Amalan yang masih terus mengalir pahalanya walaupun setelah meninggal dunia, di antaranya:

a. Sedekah jariyah, seperti mengisi kotak amal, membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah.

b. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan. Ilmu bermanfaat dapat diartikan bahwa pengetahuan yang telah dimiliki seseorang diamalkan sendiri. Seperti seseorang mengetahui bahwa salat sunat tahajud Adalah bagus. Kemudian seseorang yang telah mengetahui keutamaan tahajud tersebut melaksanakannya.

c. Anak saleh yang selalu mendo’akan kepada kedua orangtuanya.  Peran orangtua sangat diperlukan dalam membentuk kesalehan anaknya. karena anak saleh itu hasil dari kerja keras orang tuanya dalam memberikan Pendidikan baik dirumah maupun dititpkan di Lembaga Pendidikan. Islam mendorong para orangtua untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka terutama dalam hal adab, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak saleh.

Dalam Kitab Irsyadul Ibad Halaman 8 di tuliskan beberapa hal untuk menjadikan dan mengupayakan anak menjadi saleh. Upaya tersebut harus diajarkan oleh orangtua kepada anak-anaknya sejak dini. Setidaknya ada lima hal yang harus diajarkan orangtua kepada anaknya yaitu:

1.    Memberikan pengetahuan tentang sejarah Nabi Muhammad saw. Kenapa diawali dengan Nabi Muhammad saw? Harus kita fahami bahwa nikmat yang utama adalah diutusnya Nabi Muhammad saw sehingga kita menjadi ummatnya. Adapun pengajaran yang paling dasar tentang sejarah Nabi Muhammad saw minimal mengajarkan tentang:

a.    Tanggal kelahiran, wafat dan tempat Nabi Muhammad saw dimakamkan,

b.    Siapa ayahanda dan ibunda Nabi Muhammad saw,

c.     Kapan Nabi Muhammad saw pertama kali menerima wahyu pertama

d.    Siapa saja putra/putri Nabi Muhammad saw.

2.    Mengajarkan bacaan dua kalimah syahadat, yaitu sahadat tauhid dan sahadat rasul.

أَشْهَدُ اَنْ لَا إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ

Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad Adalah utusan Allah

Sebagai seorang yang beriman kepada Allah, kita mengucapkan kalimat tauhid dengan lisan, meyakini dalam hati, dan mengimplementasikannya dalam perbuatan.

3.    Mengajarkan ilmu tauhid dan mengenalkan Allah. Karena hal pertama kali yang wajib harus diketahui manusia adalah mengetahui Tuhannya dengan penuh yakin.

اوَّلُ وَاجِبٍ عَلَى الاِنْسَانِ مَعْرِفَةُ اِلٰهٍ بِاسْتِقَانِ

4.    Mengajarkan kewajiban-kewajiban dalam syari’at islam. Seperti shalat wajib lima waktu, puasa ramadhan, zakat, berbakti kepada orangtua dan sebagainya.

5.    Mengajarkan larangan-larangan yang menimbulkan dosa, seperti mencuri, berbohong, menipu dan sebagainya. Serta mengenalkan penyakit hati yang harus dijauhi dan obatnya. Seperti sombong, ujub dan takabbur harus tawadlu dan rendah hati. Pendendam harus diganti dengan pemaaf. Dan sebagainya.

Lima poin diatas adalah upaya orangtua dalam mendidik anak-anaknya agar menjadi kebanggan orangtua, menjadi insan yang mulia dunia dan akherat.  Satu hal lagi yang perlu diajarkan orangtua kepada anaknya adalah dengan mengajarkan do’a anak soleh/solehah, yaitu:

اَلّلهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا                       

Artinya
“Ya Allah! ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua menyayangiku ketika aku masih kecil”.

Semoga Allah senantiasa memberikan kita dengan menganugerahkan kehadiran anak saleh dan salehah yang akan menjadi penyelamat kita di hari pembalasan nanti. Amin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tamyiz dalam Perspektif Nahwu: Kaidah, Contoh, dan Aplikasinya

SILATURAHMI KUNCI MENDAPAT RIDHA ALLAH

Pendidikan Agama Islam mampu Menjawab Tantangan Zaman dan Persoalan Umat

PERAN ORANG TUA TERHADAP KEGIATAN ANAK DI RUMAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA Oleh : Dida Nursida, M.Pd. Pengurus PC Pergunu Kabupaten Bogor

Masa Suram Kaum Perempuan

Pesantren, Moderasi Islam, dan Isu Radikalisme

BERFILANTROPI DENGAN RUANG AMAN

LEBIH UTAMA MEMBACA MUSHAF ATAU HAFALAN