Postingan

SEKILAS TENTANG STUDY GENDER

Gambar
Oleh : Lilis Fauziah Balgis A.   Diskursus Gender Study gender bukanlah hal baru dan sering dibenturkan dengan Al-Qur’an dan Hadist karena dianggap tidak selaras, faktanya Al-Qur’an semenjak diturunkannya sering mengangkat tema perempuan, hanya saja berbeda cara menafsirkannya. Sehingga dapat digaris bawahi bahwa kedudukan laki-laki dan perempuan setara, baik dari segi prestasi, pahala dan hak memiliki harta termasuk dalam menikmatinya. Pembeda karakteristik laki-laki dan perempuan adalah yang bersifat kodrati [1] , seperti; kelamin, alat reproduksi (hamil, melahirkan, menyusui, menstruasi), selebihnya yang menjadikan berbeda adalah ketakwaan dari masing-masing individu QS.Al-Hujurat/59:13. Awalnya sex dan gender memiliki makna yang sama yakni sebatas jenis kelamin, kemudian ada shiffing paradigma dimana Robert Stoller mendefinisikan bahwa gender sebagai identitas yang dibentuk oleh social, dan budaya. Sedangakan sex sebagai identitas biologis. Wilsonpun menambahkan pendapat tentan...

Sholatlah Sebagaimana Nabi Sholat

Gambar
  Oleh: Lukmanul Hakim Menghadap Kiblat Dari Abu Hurairah, Nabi telah berkata: Apabila kamu akan mendirikan sholat maka hendak lah kamu sempurna kan Wudlu, kemudian menghadap Kiblat lalu bertakbir lah. (H.R. Bukhori dan Muslim) Mengangkat Tangan (Bertakbir) Dari Aisyah, ia berkata: "Adalah Nabi SAW memulai sholat dengan takbir dan mengakhiri nya dengan salam. (HR.Muslim) Dan bagi riwayat Thabrani: "Tidak sah sholat seseorang hingga ia berwudlu (yaitu) ia mencuci anggota Wudlu (sebagaimana mestinya), kemudian berkata: Allah Maha besar" (Bertakbir). Cara Mengangkat Tangan Dari Umar, ia berkata: "Adalah Rasulullah SAW apabila berdiri hendak sholat beliau mengangkat kedua tangan nya hingga bertepatan dengan kedua bahunya, kemudian takbir". (H.R. Muslim) Cara Meletakkan Tangan Dari Wail ia berkata: "Saya telah melihat Nabi mengangkat kedua tangan nya ketika masuk dalam sholat, beliau takbir... Kemudian meletakkan tangan kanannya di atas tangan k...

Rahasia Sholat dan Hal Penting yang Menyertainya

Gambar
  Oleh: Lukmanul Hakim Bahwa sholat merupakan tiang agama, kenapa demikian? Pertama, Sholat itu panglima nya Ibadah, Kedua, Sholat itu panglimanya untuk bertaqrrub, Ketiga, Sholat bentengnya keyakinan, keempat, sholat cahaya ke tha'atan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: "Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 45) Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: "Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku." (QS. Ta-Ha 20: Ayat 14) Dalam riwayat yang tercantum dalam kitab Atarghib Wattarhib "Barangsiapa yang menjaga sholat nya maka akan Allah muliakan dengan 5 perkara: 1. Allah angkat kesulitan hid...

Kotoran Kotoran Yang ada pada Tubuh yang Sunah di Bersihkan

Gambar
Oleh: Lukmanul Hakim Pada kepala, Pada Telinga bagain luar, dalam, belakang, lipatan dan lubang telinga. Pada hidung, pada gigi, pada jenggot, pada tangan, sela sela jari, ujung ujung jari dan pada kaki, bawah kuku, pada anggota badan ada kotoran yang di anjurkan dibersihkan. Kotoran kotoran yang ada pada anggota tubuh itu semua Sunnah dibersihkan. Ketombe dan kutu yang di kepala Sunnah dibersihkan dengan cara menyampo rambut, merawat rambut, meminyaki rambut dan menyisir Rambut. Dan Kalau hendak memanjangkan maka sisirlah rambut agar nampak terawat, dan Mengguntingnya kalau tidak bisa terawat. Diantara nya agar tidak ada fitnah (cemoohan). Kotoran pada telinga bagian luar dan dalam dapat dibersihkan dengan secara perlahan, telinga bagian dalam pun Sunnah dibersihkan dengan lembut. kotoran Pada hidungpun Sunnah dibersihkan dengan cara menyingsringkan dengan air, termasuk bulu hidung yang panjang dengan cara di cukur. Aneka jenis rambut dan bulu pun tak luput Sunnah di bersihkan (...

Pesantren Lembaga pendidikan asli Nusantara, yang semakin hari semakin di minati

Gambar
 Oleh: Lukmanul Hakim Pesantren merupakan produk asli budaya nusantara, yang terus mengembangkan kenusantaraannya hingga hari ini, sekalipun banyak penyesuaian dalam rangka mengikuti perkembangan zaman, namun tidak luntur sedikitpun ruh pesantren dan kenusantaraannya. Ini disimbolkan antar sultan dan wali/ulama yang bersinergi menyatu dalam satu kesatuan, ini terjalin sejak lama, dimana sultan belajar dipesantren dan wali/ulama menjadi pembimbing dalam pesantren Namun secara berangsur angsur dengan masuknya kolonial hingga order baru, mulai renggang bahkan mulai terpisah, berdiri sendiri tanpa saling mnegisi padahal mulan ya mereka menyatu. Satu kesatuan, satu keluarga. Disinilah mulai terjadi kemerosotan. Tetapi pihak keratonlah yang sangat merasakan dampaknya, buktinya tinggal beberapa saja kesultanan yang masih hidup dan berkuasa yang laiana tinggal nama, dihidupkan kembali tapi tidak memiliki rakyat. Pesantren sekalipun ditindas kolonial masih tetap hidup, bahkan ada yang...

Pesantren, Benteng Aqidah, Sekaligus benteng peradaban.

Gambar
  Oleh: Lukmanul Hakim Tema ini mengingatkan kita kepada sebuah tulisan yang menjelaskan tentang kembalinya kita akan semangat nilai luhur, jati diri, pola pikir pesantren. Karena tidak dapat dipungkiri pesantren adalah lembaga pendidikan yang sudah sangat tua, bahkan pesantren sudah ada sebelum agama besar hadir di bumi nusantara. Karena pendidikan berbasisi pesantren sudah ada sejak zaman kapitayan. Setelah mengalami pertemuan dengan agama agama besar tersebut, pesantren mengalami perubahan, baik isi, bentuk disesuaikan dengan karakter agama masing masing. Namun tetap dalam misis risalahnya yaitu menjaga semangat dan moral serta menjungjung tinggi nilai nilai luhur pada setiap perilaku masyarakat, sosial, ekonomi pemerintahan dan kenegaraan. Pesantren betul betul menjadi pusat pendidikan masyarakat, dari mulai pendidikan agama, bela diri, perekonomian, kebudayaan, keseniaan dan pemerintahan, oleh karena itu para calon pemimpin agama, raja, pujangga, budayawan, sultan, semua...

Mensucikan diri, tempat dan pakaian dari Najis

Gambar
  Oleh: Lukmanul Hakim Dari bentuk bentuk najis yang ada (padat dan cair) cara membersihkan nya masing masing berbeda. Jika najis itu padat maka bisa beristinja (dengan batu) atau Dengan yang sejenisnya, dengan syarat yang di gunakan nya: Suci, keras, kesed, dan yang bukan di hormati (Seperti Tisu). Adapun Najis yang Cair tidak bisa di sucikan Kecuali hanya dengan Air. Sedang kan tidak semua air bisa mensucikan. Air yang bisa mensucikan harus Air Thohir Muthohir (Air Muthlaq). Air Muthlaq adalah air Murni yang tidak memiliki keterikatan dengan sesuatu apapun atau tidak bercampur dengan sesuatu. Dengan demikian Air yang sudah tercampur dengan sesuatu dan berubah namanya tidak bisa di pakai utk menghilangkan Najis, Seperti Air teh, air kopi, air susu, air gula, air sprit, dst. Termasuk juga air Yang sudah tercampur dengan ditergen tidak bisa mensucikan Najis. Namun apabila air itu air banyak (216 liter-500 liter) lalu terkena Najis, tapi tidak merubah kemurnian air tersebut, ba...