Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Kisah Abu Bakar yang lebih memilih perlidungan Allah dibandingkan perlindungan dari Ibnu Dugunnah

Gambar
 Oleh:  Davi Alfa Mubarok Guru Madrasah Diniyah Yasmi Dalam Kitab Nurul Yaqin disebutkan bahwa salah seorang yang mengalami siksaan oleh kaum kafir quraisy adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Pada waktu itu, Abu bakar yang mengalami beratnya siksaan kafir Quraisy pun bertekad untuk pergi hijrah dari Makkah menuju Habasyah. Dalam perjalanan, Abu Bakar sampai di sebuah kampung bernama Barkul Imad. Di sana, beliau bertemu dengan seorang pemimpin kabilah bernama Ibnu Dugunnah. Ibnu Dugunnah bertanya, “Abu Bakar, kamu mau ke mana?” Abu Bakar menjawab, “Kaumku sudah mengusirku. Jadi aku ingin mencari tempat tinggal lain supaya bisa beribadah kepada Tuhanku dengan tenang.” Mendengar itu, Ibnu Dugunnah langsung berkata, “Abu Bakar, orang baik seperti kamu tidak pantas diusir! Kamu suka menolong orang lemah, menjaga silaturahmi, memberi makan orang fakir, memuliakan tamu, dan membantu saat ada musibah. Pulanglah, aku akan melindungimu. Beribadahlah di negerimu sendiri.” Akhirnya Abu Bakar k...

Ibadah Haji Ayah

Gambar
  Oleh: Ust. Udung Sholah “ Ni’mat bapak mah anu gede nyaeta bisa zarah ka Mekkah (ibadah haji) mudah-mudahan kamu ditakdirkeun bisa ibadah haji jiga bapak”   Kira kira itulah kata-kata ayahku ketika suatu saat ngobrol denganku yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah “ Nimat bapak yang besar adalah bisa ziarah ke Mekkah dan mudah-mudahan kamu di takdirkan bisa ibadah haji juga seperti bapak”. Pada   saat yang lain ibuku berkata :” a, ibadah haji mah kudu keur ngora, tuh tingali haji ahmad ngora keneh tos bisa ka Mekkah ” (a ibadah haji itu harusnya masih muda, lihatlah haji ahmad masih muda sudah pergi ibadah haji). Aku hanya tersenyum dan sedikit aku menimpali pernyataan ibu “iyah umi doain ajah, tapi bagaimana kalau misal tidak punya uang, walaupun masih muda kan sama saja tidak bisa ke Mekkah”. Sambil tersenyum ibuku menjawab “iya yah”. Seketika suasana hening dan sesaat kemudian ibu melanjutkan obrolannya “tidak boleh begitu berdo’a saja kepada Al...

Tamyiz dalam Perspektif Nahwu: Kaidah, Contoh, dan Aplikasinya

Gambar
Oleh:  Davi Alfa Mubarok Belajar ilmu Nahwu itu kadang terasa rumit, Tapi sebenarnya banyak bagiannya yang menarik jika kita pahami pelan-pelan. Setiap bagian memiliki fungsi masing-masing dalam menjelaskan makna kalimat dalam bahasa arab. Ada yang tugasnya mengangkat pelaku, ada yang menunjukkan objek, ada yang menerangkan keadaan, dan ada yang menjelaskan maksud kalimat sebelumnya agar tidak terjadi makna yang ambigu. Mengenai hal ini, salah satu bagian yang penting dipahami dalam struktur ilmu Nahwu adalah Tamyiz. Meskipun bentuknya sederhana dan bukan termasuk pokok dalam susunan kalimat bahasa arab, Tamyiz justru mengubah kalimat yang tadinya membingungkan menjadi jelas arah percakapannya. Setelah kita mengetahui gambaran umum terkait dengan Tamyiz, alangkah baiknya jika kita pahami terlebih dahulu apa yang sebenarnya dimaksud dengan Tamyiz. 1)     Definisi Tamyiz Dalam syarah Alfiyah Ibnu Malik disebutkan bahwasanya Tamyiz adalah: كل اسم نكرة متضمن معنى من لبيا...